welcome to
my blog
m10
1

67 Tahun Indonesia-Ku

Merdeka.. merdeka.. merdeka.. !!!

67 tahun yang lalu atau bertepatan dengan hari Jum'at Tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Pada saat ini di hari dan tanggal yang sama dengan tahun yang berbeda 2012, Indonesia memperingati kemerdekaan yang ke-67.  Sebenarnya banyak permasalahan dan pertanyaan sampai saat ini, apakah Indonesia memang sudah benar-benar 'merdeka' ?. 
Namun sebelum membahas itu sebaiknya kita bernostalgia bagaimana detik-detik kemerdekaan pada saat itu dan bagaimana para pahlawan kita berjuang demi kemerdekaan bangsa ini. 

Sejarah Singkat

Berawal pada saat kota hiroshima dan nagasaki di bom atom oleh amerika serikat, yang terjadi pada tanggal 6 agustus 1945 dan 9 agustus 1945. Memanfaatkan kejadian itu Indonesia pun langsung bergerak cepat untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Saat itu BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau "Dokuritsu Junbi Cosakai" yang kemudian berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau "Dokuritsu Junbi Inkai" dalam bahasa jepang-nya, dipimpim oleh Soekarno Hatta. Kemudian Soekarno Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat (mantan ketua BPUPKI) diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi dan menerima kabar bahwa pasukan jepang sedeng diambang kekalahan. Sutan Syahrir yang saat itu berada di Indonesia dan kebetulan mendengar berita itu langsung menyiapkan para pejuang bawah tanah untuk bersiap memproklamasikan kemerdekaan indonesia. Disaat semua rakyat Indonesia bergelora untuk secepatnya merebut kemerdekaan, terjadi peristiwa Rengasdengklok. Para pemuda pun membawa Soekarno bersama Fatmawati dan Guntur dan juga Hatta. Peristiwa itu bertujuan agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Naskah asli :                                                                      














Naskah setelah diketik :

 











Berikut gambar detik-detik proklamasi saat itu :